HTML + CSS | Contoh Form Pengisian Nilai UNBK Made By Jri-Kun
Haloo semuanya :D
Kali ini saya akan share script HTML + CSS buatan saya sendiri.
Ini hanya form sederhana yang saya buat untuk tugas desain grafis sebenarnya hehe :v
Formnya akan saya bagi menjadi dua page HTML yang berbeda namun memiliki 1 file CSS yang sama.
Model Referensi
Alooo kali ini saya akan membahas tentang "Model Referensi" apa sih itu ? cekidott :v
Model Referensi dapat dibagi menjadi 2, yaitu model OSI dan model TCP/IP
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi. -Wikipedia
Model Referensi
Model Referensi merupakan salah satu konsep dimana kita dapat mengetahui proses data yang dikirimkan dalam suatu jaringan.Model Referensi dapat dibagi menjadi 2, yaitu model OSI dan model TCP/IP
Model Referensi OSI
Model referensi OSI atau OSI Reference Model adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection.Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi. -Wikipedia
Susunan 7 Lapisan OSI
7. Application
Layer
Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna.
Layer ini bertanggung jawab atas pertukaran informasi antara
program komputer, seperti
program e-mail, dan
service lain yang jalan di jaringan, seperti
server printer atau aplikasi komputer lainnya.
6. Presentation
Layer
Bertanggung jawab bagaimana data
dikonversi dan diformat untuk
transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen,
.gif dan JPG untuk gambar.
Layer ini membentuk kode konversi, translasi
data, enkripsi dan konversi.
5. Session
Layer
Menentukan bagaimana dua
terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama
lain.
4. Transport
Layer
Bertanggung jawab membagi data
menjadi segmen, menjaga koneksi logika
“end-to-end” antar
terminal, dan menyediakan penanganan terhadap
error (error handling).
3. Network
Layer
Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang
harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan.
Data pada
layer ini berbentuk paket.
2. Data
Link Layer
Menyediakan link
untuk
data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan
“hardware” kemudian diangkut melalui
media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan
error.
1. Physical
Layer
Bertanggung jawab atas
proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.
Fungsi Lapisan yang ada pada Model OSI
1. Application Layer
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
2. Presentation Layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam layer ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan
Workstation (dalam
Windows NT) dan juga
Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau
Remote Desktop Protocol (RDP).
3. Session Layer
Untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan.
4. Transport Layer
Berfungsi untuk memecah data
ke dalam paket-paket data
serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada
layer ini juga
membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses, dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
5.Network Layer
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan
router dan
switch.
6. Data – Link Layer
Untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai
frame. Selain itu, pada
layer ini terjadi koreksi kesalahan,
flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC
Address)), dan menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan
switch beroperasi. Pada Standar IEEE 802, membagi layer ini menjadi dua bagian, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan
Media Access Control (MAC).
7. Physical Layer
Untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu,
layer ini juga
mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Model Referensi TCP/IP
Internel Protocol Suit atau TCP/IP merupakan singkatan dari “Transmission Control Protocol/Internet Protocol” adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh kebanyakan pengguna internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Model ini mempunyai 4 LayerSusunan 4 Lapisan TCP/IP
4. Application Layer
Lapisan dimana suatu perangkat lunak berperan, misalnya saja sebuah penjelajah web
(web browser). Layer ini termasuk ke dalam kategori layer yang berinteraksi dekat dengan pengguna. Secara urutan, layer ini adalah layer yang berada di urutan
paling atas.
Layer ini berisi bermacam-macam protokol tingkat tinggi yaitu, TELNET, FTP, SMTP, DNS, HTTP, dan WWW.
3. Transport Layer
Lapisan untuk mendefinisikan bagaimana data yang diproses oleh lapisan aplikasi dikirimkan melalui jaringan. Ada
dua jenis
transport layer yaitu
Transmission Control Protocol (TCP) yang mempunyai fungsi untuk memecah data
menjadi paket-paket dan meneruskannya ke internet layer dan User
Datagram Protocol (UDP). Dengan UDP,
aplikasi komputer dapat mengirimkan pesan kepada komputer lain
dalam jaringan lain tanpa melakukan komunikasi awal, contoh penggunaan dari UDP adalah audio streaming dan
video streaming.
2. Internet Layer
Internet
layer menentukan
format paket yang
resmi dan protokol yang
resmi yang
disebut IP. Pada
layer ini didefinisikan dari siapa dan untuk siapa sebuah segmen akan dikirim, dengan membubuhkan alamat IP atau IP Address. Disini diperlukan routing paket, sebab adanya routing paket dapat menghindarkan terjadinya kemacetan pada waktu transmisi data.
Internet layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :
• Internet Protokol (IP)
• Address Resolution Protokol
(ARP)
• Internet Control Message Protokol
(ICMP)
• Internet Group Message Protokol
(IGMP)
1. Network Access Layer
Layer
terbawah dari
model TCP/IP adalah Network Access Layer, tanggung jawab utama
dari layer ini adalah menentukan bagaimana sebuah komputer dapat terkoneksi kedalam
suatu jaringan komputer, hal ini sangat penting karena data harus dikirimkan dari dan ke
suatu host melalui sambungan pada suatu jaringan.
dari layer ini adalah menentukan bagaimana sebuah komputer dapat terkoneksi kedalam
suatu jaringan komputer, hal ini sangat penting karena data harus dikirimkan dari dan ke
suatu host melalui sambungan pada suatu jaringan.
Fungsi Lapisan yang ada pada Model TCP/IP
1.Application Layer
Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3,
SMTP, dll.
2.Transport Layer
Transport
Layer berfungsi menyediakan servis yang
akan digunakan oleh
Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.
3.Internet Layer
Internet
Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP
Addressing, routing, dan menentukan path
(jalur)
yang terbaik.
Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.
4.Network Access Layer
Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protok seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN,
dan juga
Frame Relay (merupakan protocol dari WAN)
Segitu aja dulu ya sampe disini, kalo ada yang mau disampain comment aja jangan malu, wong gak bakal digigit :v
